Latest Post
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
12:08 PM
patiNEWS,seutar kota pati,ini adalah salah satu alternatif wisata alam di telatah pati kidul tepatnya di desa talun kec kayen,-
HAMPARAN lahan sawah yang hampir dipastikan tiap tahun terendam banjir, kini sudah jarang terlihat di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati. Bahkan, belakangan lahan di bagian utara desa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Alih fungsi lahan dari sawah tanaman pertanian menjadi kolam ikan air tawar sungguh efektif. Petani yang semula kerap merugi karena sering gagal panen, saat ini sudah mulai merasakan hasil dari budi daya ikan air tawar.
Sedikitnya, 278 hektare dari potensi lahan seluas 500 hektare telah berubah menjadi kolam ikan. Selain mengangkat perekonomian masyarakat, hamparan kolam itu juga menjadi sensasi tersendiri bagi kalangan penghobi memancing ikan.
Berkat potensi dan kekhasan itu, Talun yang baru saja dicanangkan Gubernur Bibit Waluyo sebagai desa wisata memiliki daya pikat tersendiri. Hanya, nuansa relaksasi bagi wisatawan yang tidak suka memancing ikan belum terlengkapi.
Kolam yang dilengkapi tempat bersantai keluarga sekaligus menikmati aneka hidangan ikan belum banyak dikembangkan. Akibatnya, kalangan yang dapat menikmati kawasan wisata itu masih terbatas.
Selain pemancing, orang luar daerah yang kerap berkunjung ke Talun, antara lain para bakul ikan atau komunitas masyarakat yang hendak belajar budi daya dan pembenihan ikan air tawar.
Kendati demikian, budi daya ikan bandeng air tawar, nila merah dan tombro di tempat itu tetap memikat. Setidaknya, tidak hanya kalangan tertentu, kaum pelajar juga dapat menjadikannya wahana belajar di luar kelas.
Daya Tarik Wisata
Ketua Kelompok Pembudi Daya Ikan Mina Sejahtera Desa Talun Nursalim mengungkapkan, potensi yang ada akan terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih kompleks. Pengembangan tempat bersantai keluarga di tepi kolam dengan menikmati sajian khas ikan air tawar mulai dirintis.
Adapun untuk wisatawan penghobi memancing, pihaknya juga memberikan fasilitas memadai. Harga yang ditawarkan untuk kegiatan refreshing itu, juga relatif terjangkau.
Sejauh ini, kawasan tambak Talun juga kerap dijadikan tempat lomba memancing tingkat kabupaten dan bahkan provinsi. Event itu kian memublikasikan sensasi memancing dan belajar budi daya ikan di Talun.
Untuk mencapai lokasi desa wisata tersebut, tidak sulit. Dari Jalan Raya Pati-Kayen, masuk Desa Rogomulyo hanya berjarak 3,7 kilometer. Hanya, sebagian besar jalan masuk kondisinya kurang bagus.
Di tengah area tambak juga terdapat fasilitas MCK dan tempat istirahat.
Sekretariat Kelompok Pembudi Daya Ikan Mina Sejahtera menyediakan fasilitas itu. (M Noor Efendi-57)
Sumber
Sensasi Memancing di Desa Wisata Talun
Written By Unknown on Saturday, May 11, 2013 | 12:08 PM
Sensasi Memancing di Desa Wisata Talun
patiNEWS,seutar kota pati,ini adalah salah satu alternatif wisata alam di telatah pati kidul tepatnya di desa talun kec kayen,-
HAMPARAN lahan sawah yang hampir dipastikan tiap tahun terendam banjir, kini sudah jarang terlihat di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati. Bahkan, belakangan lahan di bagian utara desa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Alih fungsi lahan dari sawah tanaman pertanian menjadi kolam ikan air tawar sungguh efektif. Petani yang semula kerap merugi karena sering gagal panen, saat ini sudah mulai merasakan hasil dari budi daya ikan air tawar.
Sedikitnya, 278 hektare dari potensi lahan seluas 500 hektare telah berubah menjadi kolam ikan. Selain mengangkat perekonomian masyarakat, hamparan kolam itu juga menjadi sensasi tersendiri bagi kalangan penghobi memancing ikan.
Berkat potensi dan kekhasan itu, Talun yang baru saja dicanangkan Gubernur Bibit Waluyo sebagai desa wisata memiliki daya pikat tersendiri. Hanya, nuansa relaksasi bagi wisatawan yang tidak suka memancing ikan belum terlengkapi.
Kolam yang dilengkapi tempat bersantai keluarga sekaligus menikmati aneka hidangan ikan belum banyak dikembangkan. Akibatnya, kalangan yang dapat menikmati kawasan wisata itu masih terbatas.
Selain pemancing, orang luar daerah yang kerap berkunjung ke Talun, antara lain para bakul ikan atau komunitas masyarakat yang hendak belajar budi daya dan pembenihan ikan air tawar.
Kendati demikian, budi daya ikan bandeng air tawar, nila merah dan tombro di tempat itu tetap memikat. Setidaknya, tidak hanya kalangan tertentu, kaum pelajar juga dapat menjadikannya wahana belajar di luar kelas.
Daya Tarik Wisata
Ketua Kelompok Pembudi Daya Ikan Mina Sejahtera Desa Talun Nursalim mengungkapkan, potensi yang ada akan terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih kompleks. Pengembangan tempat bersantai keluarga di tepi kolam dengan menikmati sajian khas ikan air tawar mulai dirintis.
Adapun untuk wisatawan penghobi memancing, pihaknya juga memberikan fasilitas memadai. Harga yang ditawarkan untuk kegiatan refreshing itu, juga relatif terjangkau.
Sejauh ini, kawasan tambak Talun juga kerap dijadikan tempat lomba memancing tingkat kabupaten dan bahkan provinsi. Event itu kian memublikasikan sensasi memancing dan belajar budi daya ikan di Talun.
Untuk mencapai lokasi desa wisata tersebut, tidak sulit. Dari Jalan Raya Pati-Kayen, masuk Desa Rogomulyo hanya berjarak 3,7 kilometer. Hanya, sebagian besar jalan masuk kondisinya kurang bagus.
Di tengah area tambak juga terdapat fasilitas MCK dan tempat istirahat.
Sekretariat Kelompok Pembudi Daya Ikan Mina Sejahtera menyediakan fasilitas itu. (M Noor Efendi-57)
Sumber
Label:
Berita,
Pariwisata
8:17 AM
RM Sapto renggo baru
RM Salza
Dr Susanto No 3 Pati
kawasan simpang lima Pati
untuk menu dan yang lainya tentang silahkan
RM salza
RM Waroeng Pati @ dua kelinci
Jl Raya Pati-Kudus (Factory Dua Kelinci)
Pati, Jawa Tengah 59163
Saat masuk langsung tersuguh swasana asri rumah jawa berserta kelengkapanya model pelayanan serba jawa yg jelas swasana dan menu nya manteb,dan harganya juga bersahabat lebih lengkap silahakn liat sendiri di RM waroeng pati
RM The Dona&Doni Resto,Pool and Spa
Gg.Anugerah Kv.1/100 (Winong)
Pati, Jawa Tengah tlp 0295385112
swasana anak muda banget dah peta,
menu dan yg lain lain
silahkan liat di mari . RM dona doni resto
RM S S
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 22
Pati, Jawa Tengah tlp
ini rm khusus pedas semuanya pedas banget sangat cocok untuk pecinta masakan pedas
inpoh peta dan lain lain silahkan RM ss
RM Dapoer Emak
Panglima Sudirman Depan Kodim.
menu dan yg lain lain silahkan liat sendiri
di mari RM Dapoer Emak
RM SUKA SUKA
Jl Dr Soetomo pati belakang kantor kabupaten
ini tiap bulan ada menu spisial lho misal kmrn ada menu sate hiu...
langsung saja cek lokasi RM Suka Suka
RM Sendang Sani
Jl Raya Pati Kudus telp 0295- 344277
info lengkap RM sendang sani
RM Laras Roso
Komplek GOR pati
RM Lestari,
Jl. Raya Pati Kudus km 3
RM Joglo,
Jl. Raya Pati Kudus km 2
RM Miroso,
Jl. Sudirman
RM Cipto Roso,
Jl. Wahid Hasyim
RM Sari Rasa,
Jl, P. Sudirman No. 307 Pati
RM Sumber Jangkung,
Jl. Raya Pati Kudus
semua foto bukan koleksi patiNEWS apabila ada yang keberatan atau ada yang mau menambahi silahkan hubungi patiNEWS Disini dan Disini , semoga info ini berguna buat semuanya,
Daftar Rumah Makan Sekitar Kota Pati
Written By Unknown on Wednesday, May 8, 2013 | 8:17 AM
patiNEWS,Berita kota pati,kota pati kota kecil teryata berjubel juga ya rumah makanya, baik rm tradisional maupun yg moderen bermacam macam masakan tersedia di pati dari menu barat cina arab sampai menu tradisional semua ada di pati, tetapi saya yakin dari ke sekian masakan pasti yg di kangen kangenin masakan khas pati NasGandoel, kali ini kita sharee alamat alamat rumah makan yang berada di kota pati,
RM Kembang Joyo
Jl Pemuda Kali doro Pati telp. 0295- 381766
Rumah makan ini sempat menjadi satu satunya ikon rumah makan nan enak mewah di pati pati dekade awal 90an dengan satu ikon ya yang khas patung semar dengan mengatungkan jemppol depan nya dalam jawa bisa di artikan (monggo),menunya yang paling terkenal adalah ayam goreng nya, tp saran kalau ke sini jangan lupa sub jagung nya mantab.lebih peta dan lain lain silahkan lihat sendiri RM Kembang Joyo
RM Sapto Renggo Baru
RM Kembang Joyo
Jl Pemuda Kali doro Pati telp. 0295- 381766
Rumah makan ini sempat menjadi satu satunya ikon rumah makan nan enak mewah di pati pati dekade awal 90an dengan satu ikon ya yang khas patung semar dengan mengatungkan jemppol depan nya dalam jawa bisa di artikan (monggo),menunya yang paling terkenal adalah ayam goreng nya, tp saran kalau ke sini jangan lupa sub jagung nya mantab.lebih peta dan lain lain silahkan lihat sendiri RM Kembang Joyo
RM Sapto Renggo Baru
telp. 0295- 382185
untuk menu dan yang lainya tentang RM sapto Renggo Baru silahkan RM Sapto renggo baru
RM Salza
Dr Susanto No 3 Pati
kawasan simpang lima Pati
untuk menu dan yang lainya tentang silahkan
RM salza
RM Waroeng Pati @ dua kelinci
Jl Raya Pati-Kudus (Factory Dua Kelinci)
Pati, Jawa Tengah 59163
Saat masuk langsung tersuguh swasana asri rumah jawa berserta kelengkapanya model pelayanan serba jawa yg jelas swasana dan menu nya manteb,dan harganya juga bersahabat lebih lengkap silahakn liat sendiri di RM waroeng pati
RM The Dona&Doni Resto,Pool and Spa
Gg.Anugerah Kv.1/100 (Winong)
Pati, Jawa Tengah tlp 0295385112
swasana anak muda banget dah peta,
menu dan yg lain lain
silahkan liat di mari . RM dona doni resto
RM S S
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 22
Pati, Jawa Tengah tlp
ini rm khusus pedas semuanya pedas banget sangat cocok untuk pecinta masakan pedas
inpoh peta dan lain lain silahkan RM ss
RM Dapoer Emak
Panglima Sudirman Depan Kodim.
menu dan yg lain lain silahkan liat sendiri
di mari RM Dapoer Emak
RM SUKA SUKA
| gbr koleksi pisang kremes.wrdpres |
Jl Dr Soetomo pati belakang kantor kabupaten
ini tiap bulan ada menu spisial lho misal kmrn ada menu sate hiu...
langsung saja cek lokasi RM Suka Suka
RM Sendang Sani
Jl Raya Pati Kudus telp 0295- 344277
info lengkap RM sendang sani
RM Laras Roso
Komplek GOR pati
RM Lestari,
Jl. Raya Pati Kudus km 3
RM Joglo,
Jl. Raya Pati Kudus km 2
RM Miroso,
Jl. Sudirman
RM Cipto Roso,
Jl. Wahid Hasyim
RM Sari Rasa,
Jl, P. Sudirman No. 307 Pati
RM Sumber Jangkung,
Jl. Raya Pati Kudus
semua foto bukan koleksi patiNEWS apabila ada yang keberatan atau ada yang mau menambahi silahkan hubungi patiNEWS Disini dan Disini , semoga info ini berguna buat semuanya,
Label:
Berita,
Lokal,
Pariwisata,
Wiraswasta
2:35 PM
Galeri Pati Tempo Dulu
Written By Unknown on Monday, May 6, 2013 | 2:35 PM
patiNEWS,Seputar kota pati, setelah poto poto sharee pati tempo dulu pati tempo dulu part 1 kali ini kita coba tampilkan lagi poto poto yang di dapat oleh reeaksi baik melalui pengiriman ke redaki maupun melalui hasi googling kami
seperti tulisan pendahulu minimnya informasi tentang foto juga terjai di sini,
ket :pendopo kabupaten pati jaman 1867 memprihatinkan ya :D, fotografer: Woodbury & Page / Batavia
Verv.jaar: 1867,Ukuran: 19x24 cm
ket : Judul: Seharusnya kabupaten di Pati,fotografer: Woodbury & Page / Batavia,Verv.jaar: 1867
Verv.plaats: Pati,Ukuran Foto: cm 19x23,Sumber: 3518 (foto, cetak albumen), Hindia Belanda dalam foto, 1860-1940, Royal Institute of bahasa, geografi dan etnologi (KITLV),Copyright: Untuk informasi: Royal Institute of bahasa, geografi dan etnologi (KITLV)
gambar ini di di ambil dari perpustakaan negara Sumber
ket : Judul: Rumah Desa di Pati artist: George Ferdinand Erfmann lokasi Indonesia Verv.jaar: 18-05-1939
teknik: kertas digambar dengan kapur obyek: gambar kapur Ukuran: 32 x 25 cm (12 5/8 x 9 13/16 inci).
Sumber: 3948-35 (gambar kapur, kertas, digambar dengan kapur), Pameran Dunia Kolonial, Royal Tropical Institute / Tropenmuseum
Copyright: Untuk informasi: Royal Tropical Institute / Tropenmuseum
seperti tulisan pendahulu minimnya informasi tentang foto juga terjai di sini,
| Assistent-resident, regent Raden Adipati Asisten residen, Bupati Adipati Aria Baden Tjondro Adinegoro secara online kontroleur angin Bagian |
Verv.jaar: 1867,Ukuran: 19x24 cm
| Vermoedelijk de regentswoning te Pati ( Kabupaten pati 1867 ) |
ket : Judul: Seharusnya kabupaten di Pati,fotografer: Woodbury & Page / Batavia,Verv.jaar: 1867
Verv.plaats: Pati,Ukuran Foto: cm 19x23,Sumber: 3518 (foto, cetak albumen), Hindia Belanda dalam foto, 1860-1940, Royal Institute of bahasa, geografi dan etnologi (KITLV),Copyright: Untuk informasi: Royal Institute of bahasa, geografi dan etnologi (KITLV)
![]() |
| Lukisan cat air pemandangan juwana abat19 |
| Lukisan rumah desa di pati |
gambar ini di di ambil dari perpustakaan negara Sumber
ket : Judul: Rumah Desa di Pati artist: George Ferdinand Erfmann lokasi Indonesia Verv.jaar: 18-05-1939
teknik: kertas digambar dengan kapur obyek: gambar kapur Ukuran: 32 x 25 cm (12 5/8 x 9 13/16 inci).
Sumber: 3948-35 (gambar kapur, kertas, digambar dengan kapur), Pameran Dunia Kolonial, Royal Tropical Institute / Tropenmuseum
Copyright: Untuk informasi: Royal Tropical Institute / Tropenmuseum
| Een stoomtrein voor het hoofdkantoor van de Semarang-Joana Stoomtrammaatschappij ( Sebuah kereta uap untuk markas Semarang-Joana Tramway Perusahaan ) Sumber |
ket : Judul: Sebuah kereta uap ke markas Semarang-Joana Tramway Perusahaan
fotografer: Photographisch Atelier Kurkdjian
Sumber: [A20-299], Kern Fotografi Koleksi, Museum of Ethnology
Copyright: Untuk informasi lebih lanjut: National Museum of Ethnology
| Portret van Raden Ajoe Wurno van Joana |
| Portret van Verona van Joana |
| Een aandeel van de Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij gak tahu ini apa kupon undian atau surat berharga |
foto di ambil dari musium belanda
Sumber
| Rivier te Joewono bij Pati ( sungai juwana 1860-1940 ) |
semua gambar adalah bukan koleksi patiNEWS, apabila ada yang merasa keberatan silahkan kirim keberatan ke admin patiNEWS,terimakasih,manakala ada yang mempunyai koleksi atau opini tentang pati untuk di publikasikan di patiNEWS bisa mengirimkan nya ke admin patiNEWS Disini dan Disini
Label:
Berita,
Budaya,
Lokal,
Opini,
Pariwisata
7:36 AM
patiNEWS,Seputar kota pati,PortalPATI,setelah kami baca teryata yg di jadikan cerita di sini adalah cerita dari bumi pati, antara rono rantai dan syeh mahdum,sebuah cerita yg membawa makna dan arti tinggi dalem.,tulisan ini saya copas dari suara merdeka,
Sekali waktu sanak kadang menyempatkan diri ndhudhah bothekan pitutur kejawen, akan ketemu wewarah yang berbunyi, ‘’Bingung ora dunung, obah kesandhung, mlangkah kedlarung.’’ Untuk mbabar makna peribahasa ini bisa kita gunakan contoh kasus Ondorante, tokoh legenda dalam ketoprak Keris Jangkung. Cerita ini pun telah dikasetkan dan sangat populer di wilayah eks Karesidenan Pati.
Konon, pada masa pemerintahan Sultan Agung, ada kawula Kadipaten Pati yang suka membuat onar. Namanya Ondorante. Kisahnya, Ondorante sering marah dan membubarkan orang-orang yang mau salat di masjid. Beduk masjid di rusak, perempuan-perempuan berjilbab diejek, dilempari batu. Berkali-kali umat Islam di desa melawan, namun selalu kalah karena kesaktian Ondorante sangat tinggi. Bahkan ketika Adipati Mangun Oneng (Adipati Pati) dan Tumenggung Sombo Pradan juga turun tangan, keduanya juga dibuat bertekuk lutut oleh Ondorante.
Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mataram. Sultan Agung mengutus Syekh Makdum Alatas untuk menangani ontran-ontran tadi. Kepada Syekh Makdum dijanjikan, kalau bisa ngrangket Ondorante akan dihadiahi tanah untuk mendirikan pondok pesantren di Sitinggil (desa tempat Ondorante berada). Singkat cerita, setelah mereka bertemu, Syekh Makdum dan Ondorante terlibat perdebatan sengit. Dan karena Ondorante tidak mau menyadari kesalahan, maka terjadilah perang tanding. Hanya, perang tanding itu pun juga tidak menyelesaikan masalah. Sebab, kesaktian mereka seimbang. Keduanya sama-sama teguh tanggon, sama-sama memiliki segudang aji jaya kawijayan sekaligus penangkal.
Ketika sedang silih ungkih itu, tiba-tiba Syekh Makdum sadar, dan ingat pesan almarhum guru. Kemudian dia menghindar dari gelanggang dan menemui muridnya, Klinthing Wesi. Kepada si murid ia berbisik, ‘’Rumangsa lingsem aku ditantang bocah nganti padudon ngrembug bab kapitayan. Awit aku kemutan marang dhawuhe guruku biyen, menawa kapitayanmu iku kapitayanmu, kapitayanku iku kapitayanku...’’ Dengan kesadaran seperti itu Syekh Makdum segera melakukan salat makrifat. Setelah salat ia meninggal dengan tenang tanpa sebab. Konon, setelah dikubur, dari makamnya muncul keris yang dapat mengalahkan Ondorante. Keris tersebut dinamai keris Kyai Jangkung.
Dalam kisah ketoprak ini diceritakan pula mengapa Ondorante suka marah-marah terhadap orang-orang yang akan salat di masjid. Ia jengkel mendengar azan, yang oleh Ondorante bunyinya dipelesetkan menjadi: ‘’lawa bubar...lawa bubar.’’ Merusak beduk karena jengkel suaranya kok dipercaya, dan membuat orang-orang berdatangan ke masjid untuk salat. Padahal, beduk hanya terbuat dari kulit sapi. Ia juga jengkel kepada perempuan-perempuan berkerudung (berjilbab) karena tidak bisa melihat dan menikmati kecantikannya. Menurut Ondorante, pakai jilbab seperti orang mau ‘’ngundhuh tawon’’.
Dalam pandangan budaya Jawa, orang bingung digambarkan seperti ‘’kelangan keblat’’. Seluruh sikap perilakunya jadi kehilangan arah, berputar-putar tak tentu tujuan. Mau ke utara, jalannya ke selatan. Mau ke barat, langkahnya menuju timur. Dan celakanya, orang bingung jadi sering bertindak ngawur, ceroboh, grusa-grusu. Persis seperti Ondorante. Orang bingung sama halnya tengah mengalami kegelapan. Menurut kapitayan Jawa, siapa pun yang sedang kebingungan, berada dalam kegelapan, dirundung masalah yang rumit dan pelik, jangan buru-buru bergerak. Dia harus menemukan ‘’pepadhange ati’’ lebih dulu, karena mata tak lagi mampu menembus kegelapan atau masalah yang menyelimuti jiwa raganya. Soalnya, dalam puncak kebingungan, semua jadi jungkir balik. Atas jadi bawah, putih jadi merah! Nah, ketika kebingungan belum teratasi, melakukan apa pun kebanyakan hasilnya akan wurung, sia-sia. Ketika bingung, ora dunung, kemudian berbuat ceroboh sampai kesandhung dan kedlarung, akhirnya tentu hanya penyesalan yang kita rasakan. Dan untuk penyesalan seperti itu, di Jawa sudah ada unen-unen yang menunggu dan siap mengejek terang-terangan: ‘’Keduwung nguntal wedhung.’’ Memang, semua orang pernah bingung, tetapi kebingungan itu perlu dijinakkan lebih dulu sebelum berbuat, sehingga tidak menjadi batu sandungan yang membuyarkan impian dan harapan.
Kalau dionceki, tokoh Ondorante ini jelas menunjukkan tanda-tanda orang bingung. Persis unen-unen Jawa: gudel bingung. Anak kerbau yang nyrudug-nyrudug tak keruan juntrungnya karena tidak tahu dan tidak bisa menyesuaikan diri terhadap situasi kondisi yang dihadapi. Orang bingung sering juga digambarkan seperti ‘’nglangkahi oyod mimang’’. Konon, oyod mimang ada yang mengartikan akar beringin. Namun dalam pandangan lain, oyod mimang adalah akar pohon apa saja yang bentuk dan strukturnya aneh. Ujung akar membentuk belitan berkali-kali dan tidak lagi memanjang seperti lazimnya akar biasa.
(Eko Wahyu Budiyanto/CN37) Sumber
Sepengal Cerita Ondorate dan Syekh Makdum
Written By Unknown on Thursday, May 2, 2013 | 7:36 AM
Bingung Ora Dunung, Obah Kesandhung, Mlangkah Kedlarung
patiNEWS,Seputar kota pati,PortalPATI,setelah kami baca teryata yg di jadikan cerita di sini adalah cerita dari bumi pati, antara rono rantai dan syeh mahdum,sebuah cerita yg membawa makna dan arti tinggi dalem.,tulisan ini saya copas dari suara merdeka,
Sekali waktu sanak kadang menyempatkan diri ndhudhah bothekan pitutur kejawen, akan ketemu wewarah yang berbunyi, ‘’Bingung ora dunung, obah kesandhung, mlangkah kedlarung.’’ Untuk mbabar makna peribahasa ini bisa kita gunakan contoh kasus Ondorante, tokoh legenda dalam ketoprak Keris Jangkung. Cerita ini pun telah dikasetkan dan sangat populer di wilayah eks Karesidenan Pati.
Konon, pada masa pemerintahan Sultan Agung, ada kawula Kadipaten Pati yang suka membuat onar. Namanya Ondorante. Kisahnya, Ondorante sering marah dan membubarkan orang-orang yang mau salat di masjid. Beduk masjid di rusak, perempuan-perempuan berjilbab diejek, dilempari batu. Berkali-kali umat Islam di desa melawan, namun selalu kalah karena kesaktian Ondorante sangat tinggi. Bahkan ketika Adipati Mangun Oneng (Adipati Pati) dan Tumenggung Sombo Pradan juga turun tangan, keduanya juga dibuat bertekuk lutut oleh Ondorante.
Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mataram. Sultan Agung mengutus Syekh Makdum Alatas untuk menangani ontran-ontran tadi. Kepada Syekh Makdum dijanjikan, kalau bisa ngrangket Ondorante akan dihadiahi tanah untuk mendirikan pondok pesantren di Sitinggil (desa tempat Ondorante berada). Singkat cerita, setelah mereka bertemu, Syekh Makdum dan Ondorante terlibat perdebatan sengit. Dan karena Ondorante tidak mau menyadari kesalahan, maka terjadilah perang tanding. Hanya, perang tanding itu pun juga tidak menyelesaikan masalah. Sebab, kesaktian mereka seimbang. Keduanya sama-sama teguh tanggon, sama-sama memiliki segudang aji jaya kawijayan sekaligus penangkal.
Ketika sedang silih ungkih itu, tiba-tiba Syekh Makdum sadar, dan ingat pesan almarhum guru. Kemudian dia menghindar dari gelanggang dan menemui muridnya, Klinthing Wesi. Kepada si murid ia berbisik, ‘’Rumangsa lingsem aku ditantang bocah nganti padudon ngrembug bab kapitayan. Awit aku kemutan marang dhawuhe guruku biyen, menawa kapitayanmu iku kapitayanmu, kapitayanku iku kapitayanku...’’ Dengan kesadaran seperti itu Syekh Makdum segera melakukan salat makrifat. Setelah salat ia meninggal dengan tenang tanpa sebab. Konon, setelah dikubur, dari makamnya muncul keris yang dapat mengalahkan Ondorante. Keris tersebut dinamai keris Kyai Jangkung.
Dalam kisah ketoprak ini diceritakan pula mengapa Ondorante suka marah-marah terhadap orang-orang yang akan salat di masjid. Ia jengkel mendengar azan, yang oleh Ondorante bunyinya dipelesetkan menjadi: ‘’lawa bubar...lawa bubar.’’ Merusak beduk karena jengkel suaranya kok dipercaya, dan membuat orang-orang berdatangan ke masjid untuk salat. Padahal, beduk hanya terbuat dari kulit sapi. Ia juga jengkel kepada perempuan-perempuan berkerudung (berjilbab) karena tidak bisa melihat dan menikmati kecantikannya. Menurut Ondorante, pakai jilbab seperti orang mau ‘’ngundhuh tawon’’.
Dalam pandangan budaya Jawa, orang bingung digambarkan seperti ‘’kelangan keblat’’. Seluruh sikap perilakunya jadi kehilangan arah, berputar-putar tak tentu tujuan. Mau ke utara, jalannya ke selatan. Mau ke barat, langkahnya menuju timur. Dan celakanya, orang bingung jadi sering bertindak ngawur, ceroboh, grusa-grusu. Persis seperti Ondorante. Orang bingung sama halnya tengah mengalami kegelapan. Menurut kapitayan Jawa, siapa pun yang sedang kebingungan, berada dalam kegelapan, dirundung masalah yang rumit dan pelik, jangan buru-buru bergerak. Dia harus menemukan ‘’pepadhange ati’’ lebih dulu, karena mata tak lagi mampu menembus kegelapan atau masalah yang menyelimuti jiwa raganya. Soalnya, dalam puncak kebingungan, semua jadi jungkir balik. Atas jadi bawah, putih jadi merah! Nah, ketika kebingungan belum teratasi, melakukan apa pun kebanyakan hasilnya akan wurung, sia-sia. Ketika bingung, ora dunung, kemudian berbuat ceroboh sampai kesandhung dan kedlarung, akhirnya tentu hanya penyesalan yang kita rasakan. Dan untuk penyesalan seperti itu, di Jawa sudah ada unen-unen yang menunggu dan siap mengejek terang-terangan: ‘’Keduwung nguntal wedhung.’’ Memang, semua orang pernah bingung, tetapi kebingungan itu perlu dijinakkan lebih dulu sebelum berbuat, sehingga tidak menjadi batu sandungan yang membuyarkan impian dan harapan.
Kalau dionceki, tokoh Ondorante ini jelas menunjukkan tanda-tanda orang bingung. Persis unen-unen Jawa: gudel bingung. Anak kerbau yang nyrudug-nyrudug tak keruan juntrungnya karena tidak tahu dan tidak bisa menyesuaikan diri terhadap situasi kondisi yang dihadapi. Orang bingung sering juga digambarkan seperti ‘’nglangkahi oyod mimang’’. Konon, oyod mimang ada yang mengartikan akar beringin. Namun dalam pandangan lain, oyod mimang adalah akar pohon apa saja yang bentuk dan strukturnya aneh. Ujung akar membentuk belitan berkali-kali dan tidak lagi memanjang seperti lazimnya akar biasa.
(Eko Wahyu Budiyanto/CN37) Sumber
9:17 AM
Sumber Data : Segogandul.com
Penguasa Yang Baru saat ini adalah Bpk Haryanto dan Bp Budiono sebagai bupati dan wakil bupati kab pati.
untuk foto foto bupati pati tempo dulu silahkan liat di mari http://bit.ly/ZYElWk karena foto terproteksi jadi agar tidak menyalahi aturan maka kami tidak akan menyalin dr sumber foto,mungkin kapan kapan kalau ada acara lagi di ruang joyokusumo kab pati kita akan ambil gambar lagsung.salam pati bumi mina tani berdaya upaya menuju pati yang makmur.
Nama Nama Penguasa Kota Pati
Written By Unknown on Tuesday, April 30, 2013 | 9:17 AM
Portal Pati,Pati_News,Seputar Kota Pati, Beberapa Waktu yang lalu
admin sempat ada acara di gedung joyokusumo Komplek Kabupaten pati,di
dalam Ruangan joyokusumo terpampang foto foto lama,foto seseorang yang
sangat mengelitik untuk di lihat setelah di amati teryata foto foto
tersebut adalah foto foto para penguasa tanah pati dari dulu hingga saat
ini, sayang saat itu belum sempat mengabadikan fotonya,
| 1 | Raden Tambranegara | Adipati di Kabupaten Pesantenan dan Pati | Sekitar tahun 1300 | |||
| 2 | Raden Tandanegara | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1330 | |||
| 3 | Kayu Bralit | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1511-1518 (de Grafi) | |||
| 4 | Ki Agen Penjawi | Adipati di Kabupaten Pati setelah gugurnya Arya Penangsang | Tahun 1568-15... | |||
| 5 | Raden Sidik Bergelar Djajakoesoema I | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1577-1601 | |||
| 6 | Djajakoesoema II | Adipati di Kabupaten Pati (Adipati Pragola) | Tahun 1601-1628 | |||
| 7 | Ki Arja Pagedongan/Penjaringan (Djajakoesoema II) | Adipati di Kabupaten Pati (Adipati Pragola II) | Tahun 1628-1640 | |||
| 8 | Adipati Pragola II, pemerintahan kosong/tidak didirikan Adipati tetapi akan tetapi pemerintahan pecah menjadi 2 (dua) Katemenggungan dan 7 (tujuh) Kademengan, Yaitu : Katemenggunan : * Toemenggung Wetanan * Toemenggung Koelonan Kademangan : * Demang Tenggeles * Demang Selowesi * Demang Tjengkalsewu * Demang Glongsong * Demang Paselehan * Demang Margotoehoe * Demang Juwono | |||||
| 9 | Mangoen Oneng I (Lepek) | Adipati di Kabupaten Pati | s/d tahun 1670 (pakem) | |||
| 10 | Mangoen Oneng II (Widjo) | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1678-1682 | |||
| 11 | Toemenggung Tirtonoto Adik Mangoen Oneng | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1682-1690 | |||
| 12 | Mengoen Oneng III (Abroenoto) | Adipati di Kabupaten Pati (Putra Mangoen Oneng II) | Tahun 1690-1701 | |||
| 13 | Soemodipoera (Putra Pangeran Koedoes) | Adipati di Kabupaten Pati | Tahun 1701-1718 | |||
| 14 | Pangeran Koming (Pamegat Koming I) | Adipati di Kabupaten Pati (Putra Soemodipoero) | Tahun 1718-1720 | |||
| 15 | Pangeran Kuning (Pamegat Sari II) | Adipati di Kabupaten Pati (Wafat dan makamnya di Kudus) | Tahun 1720 | |||
| 16 | Pamegat Sari III (Raden Wiratmodjo II) | Adipati di Kabupaten Pati (PAKEM, Hal 131, No. 16 zie sejarah 7/407) | Dukuh Muktisari Desa Muktisari Desa | |||
| 17 | Pangeran Aryo (Megat Sari III) | Adipati di Kabupaten Pati (Zaman Deandels zie sejarah 9/407) | Diasingklan ke Belanda dan Makamya di Surabaya | |||
| 18 | * Sosrodiningrat * Mangunkusumo | Bupati Pati Wetan Bupati Pati Kulon | Tahun 1807-1808 | |||
| 19 | Kiai Adipati Tjondroagoro | Bupati Pati Pindahan dari Bupati Lamongan | Tahun 1808-1812 | |||
| 20 | Adipati Raden Tjondronagoro | Bupati Pati dimakamkan di Desa Puri Pati | Tahun 1812-1829 | |||
| 21 | Raden Bagoes Mita bergelar Kandjeng Pangeran Ario Tjondro Adinegeoro | Bupati Pati | Tahun 1812-1829 Dapat dibaca pada prasasti berdirinya masjid Gambiran Pati | |||
| 22 | Raden Bagoes Kasan Bergelar Raden Adipati Ario Tjondro Adinegoro | Bupati Pati | Tahun 1896-1904 | |||
| 23 | Raden Toemenggong Prawiro Werdojo | Bupati Pati | Tahun 1904-1907 | |||
| 24 | Raden Adipati Ario Soewondo | Bupati Pati | Tahun 1907-1934 Wafat 4 Juni 1934 | |||
| 25 | K.G.P. Dipokoesoemo | Bupati Pati (Enam bulan) | Tahun 1934-1935 | |||
| 26 | R.T.A Milono | Bupati Pati kemudian menjadi Residen Pati | Tahun 135-1945 Tahun 1945-1948 | |||
| 27 | M. Moerjono Djojodigdo | Bupati Pati | Tahun 1945-1948 Tahun 1948 terjadi perebutan oleh PKI/Muso, mulai Desember 1948 ClashII Pd. Bupati Pati ditunjuk Sukemi Wedono Tayu | |||
| 28 | Raden Soebijanto | Bupati Pati | Tahun 1950-1952 | |||
| 29 | Raden Soekardji Mangoen Koesoemo | Bupati Pati | Tahun 1952-1954 | |||
| 30 | Palal al Pranoto Palal al Pranoto | Bupati Pati Kepala Daerah Swatantra | Tahun 1954-1957 Tahun 1957-1959 | |||
| 31 | M. Soermardi Soero Prawiro | Pegawai Tinggi diperbantukan Pemda tingkat II | Tahun 1957-1959 | |||
| 32 | M. Soetjipto | Bupati kdh. Pati | Tahun 1959-1967 | |||
| 33 | A.K.B.P Raden Soehargo | Bupati Kdh. Pati | Tahun 1959-1967 | |||
| 34 | Kol. Pol.Drs. Edy Rustam Santiko | Bupati Kdh.Pati | Tahun 1973-1979 | |||
| 35 | Kol. Inf. Panoedjoe Hidayat | bupati Kdh. Pati | Tahun 1971981 menjabat 18 bulan/meninggal dunia | |||
| 36 | Drs. Soeparto Soewondo | Residen Pati merangkap Pj. Bupati Kdh. tingkat II Pati | s/d agustus 1981 | |||
| 37 | Kol. Art. Saoedji | Bupati Kdh. Tingkat II Pati | 6 Agustus 1981 sd September 1991 | |||
| 38 | Kol. Kav. Sunardji | Bupati Kdh. Tingkat II pati | September 1991 s/d September 1996 | |||
| 39 | Kol. Art. H. Yusuf Muhammad | Bupati Kdh. Tingkat II Pati | September 1996 s/d September 2001 | |||
| 40 | H. Tasiman, SH Drs. Kotot Kusmanto | Bupati Pati Wakil Bupati | September 2001 s/d September 2006 | |||
| 41 | H. Tasiman, SH Kartika Sukawati, SE. MM | Bupati Pati Wakil Bupati | September 2006 s/d 2010 |
Penguasa Yang Baru saat ini adalah Bpk Haryanto dan Bp Budiono sebagai bupati dan wakil bupati kab pati.
untuk foto foto bupati pati tempo dulu silahkan liat di mari http://bit.ly/ZYElWk karena foto terproteksi jadi agar tidak menyalahi aturan maka kami tidak akan menyalin dr sumber foto,mungkin kapan kapan kalau ada acara lagi di ruang joyokusumo kab pati kita akan ambil gambar lagsung.salam pati bumi mina tani berdaya upaya menuju pati yang makmur.
Label:
Berita,
Budaya,
Lokal,
Pariwisata













