Powered by Blogger.
Latest Post

Para Guru Di Pati Terima Surat Prabowo

Written By berita pati on Thursday, July 3, 2014 | 11:20 PM

koleksi merdeka.com

PatiNEWS (ANTARA News) - Tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, segera melaporkan temuan surat permintaan dukungan dari Calon Presiden Prabowo yang ditujukan kepada guru di Pati kepada Panwaslu setempat.

"Kami menilai surat yang berisi permintaan dukungan dari Calon Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada kalangan guru, jelas melanggar aturan kampanye karena institusi pendidikan bukan wilayah yang diperbolehkan menjadi ajang kampanye," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Pati, Imam Suroso, di Pati, Rabu.

Selain berencana melaporkannya kepada Panwaslu, kata dia, tim pemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Kabupaten Pati juga akan melaporkannya kepada kepolisian setempat.

Ternyata, kata dia, surat ajakan memilih salah satu pasangan tidak hanya di Jabar dan Jatim, melainkan sampai pula di Jateng.

Ia mengatakan, relawan Jokowi-JK mendapati surat tersebut diterima sejumlah guru sekolah dasar di Kabupaten Pati.

Salah satunya, yakni diterima guru di Desa Wawur, Kecamatan Gabus, Pati.

Selain sepucuk surat, kata dia, di dalam amplop yang sama juga ditemukan lembaran uang.

Untuk antisipasi terjadinya kecurangan pemilu yang diperkirakan akan semakin marak menjelang Pilpres, kata dia, Bappilu PDI Perjuangan Pati mendeklarasikan barisan relawan pemilu yang jujur, adil dan tanpa kecurangan.

Deklarasi tersebut, kata dia, digelar di aula Rumah Makan Saptorenggo Baru, Patim pada Selasa (1/7) yang dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan dari Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora. Deklarasi tersebut, lanjut dia, merupakan respons atas dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu pasangan capres dan cawapres berupa surat ajakan mendukung yang sampai ke kalangan guru.

Relawan tersebut, kata dia, sekaligus tim tangkal dan tangkap pelaku politik uang maupun pelanggaran pemilu lainnya.

Adapun jumlah tim tangkal dan tangkap yang disiapkan, kata dia, untuk setiap kecamatan sebanyak 2.000 orang.

Harapannya, mereka bisa bertugas di masing-masing tempat pemungutan suara untuk mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu.

Apabila upaya menangkal terjadinya pelanggaran pemilu tidak berhasil, katanya, mereka bisa menangkap pelaku pelanggaran, termasuk pelaku politik uang untuk dibawa ke posko pemenangan Jokowi-JK.

Selanjutnya, kata dia, mereka akan diserahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang khusus menangani pelanggaran pemilu.

Usai dideklarasikan, para relawan mendapat pembekalan yang diberikan petugas partai dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

"Dengan adanya pembekalan tersebut, diharapkan relawan dapat bertindak tepat dan cepat mencegah kecurangan pemilu yang terjadi di tengah di masyarakat hingga penghitungan surat suara Pilpres nanti," ujarnya.

Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta Jokowi-Jusuf Kalla.  (AN/H015)

Hijab di Kalangan Mahasiswa

 
pic koleksi tutorialhijab.org

Akhir – akhir ini berjilbab buknlah hal yang asing lagi dikalangan mahasiswa. Sebab dewasa ini banyak diantara mereka menggunakan jilbab tidak hanya disaat mereka kekampus saja, tetapi sudah menggunakannya di setiap aktifitas yang ada.
Namun, disayangkan, mereka menggunakan jilbab bukan karena hati nurani, melainkan karena mengikuti mode atau karena ikut – ikutan teman. Hal ini sangat disayangkan padahal jilban memiliki makna yang sangat luar biasa bagi seorang  wanita yang menggunakannya.
Namun, kenyataannya sekarang jilbab disalah gunakan oleh oknyum – oknum tertentu bahkan wanita itu sendiri. Dimana mereka memakai jilbab tetapi masih saja berpakaian ketat, dan menunjukan lekuk – lekuk tubuhnya yang belum bisa menutup aurat sepenuhnya. Padahal berjilbab sendiri  meningkatkan derajat si pemaikainya dan mencegah dari gangguan laki – laki yang  hendak menggoda ataupun menjahili, dan sebagai kontrol sosial.
Oleh karena itu, hendaknya jilbab digunakan tidak hanya sebagai tren semata atau ikut – ikutan sajau. Melainkan bener – bener tahu makna dari berjilnab dan kita berhara semoga kaum muslimah yang dimuliakan oleh ALLAH SWT. Senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan berjilbab sesuai dengan yang dianjurkan oleh Al – Qur`an dan AS sunnah, bukan mengikuti tren atau mengikuti yang dianggap baik oleh  kebanyakan orang disekitarnya.

Budaya Lokal Pati

Written By berita pati on Friday, June 27, 2014 | 3:15 AM

patinews PATI – Keprihatinan terhadap semakin hilangnya budaya dan kesenian asli Pati, mengusik hati sekelompok pemuda yang tergabung dalam Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP) untuk bergerak. Kelompok yang terbentuk dari jalinan komunikasi di grup Facebook itu, mencoba kembali mengangkat dan memperkenalkan khasanah budaya asli di Bumi Mina Tani yang mulai ditinggalkan.
Sejumlah kesenian yang kini mulai jarang kelihatan, diperkenalkan dan ditampilkan dalam even Festival Kesenian Rakyat Pati, yang digelar di aula Dewan Kesenian Pati (DKP) kompleks Stadion Joyokusomo, akhir pekan kemarin. Salah satunya kesenian Tari Telik Sandi atau biasa dikenal dengan sebutan Tari Angguk dan Tari Greget Ayu.
Sejumlah kesenian yang sempat tenar pada medio 1980-1990an juga ditampilkan. Yakni kesenian barongan, dan ludruk. Hampir semua kesenian itu saat ini sudah jarang ditampilkan, bahkan regenerasinya pun mulai terputus. Satu-satunya kesenian lokal yang hingga saat ini masih eksis di Pati hanya ketoprak.
”Melihat semakin ditinggalkannya budaya dan kesenian daerah itu, membuat kami prihatin dan mencoba mengenalkannya kembali kepada kaum muda. Oleh karenanya kami memilih menampilkan kesenian itu di kompleks Stadion Joyokusumo, yang notabenenya menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda di Pati. Kami harap pementasan ini bisa menjadi edukasi kepada masyarakat, bahwa kesenian Pati tak kalah cantik dengan budaya modern,” kata ketua panitia, sekaligus fungsionaris KAAP Agus Dliyaul Humam, kemarin.
Pertunjukan kesenian rakyat itu, otomatis menyedot perhatian kaum muda. Karena lain dari biasanya, pertunjukan yang digelar di kompleks itu selalu pertunjukan modern, baik itu pertunjukan musik pop, dangdut atau lainnya. Bahkan tak sedikit dari penonton yang rata-rata anak-anak muda yang baru tahu ada kesenian itu di daerah mereka.
”Ternyata ada ya kesenian namanya angguk di Pati. Baru kali ini tahu ada kesenian itu, karena sejak kecil tidak pernah melihatnya,” kata Kiki Primalisty, warga Semirejo, Gembong.
Bahkan festival itu juga menarik perhatian pemkab. Sejumlah Wakil Bupati Pati Budiyono dan sejumlah pimpinan SKPD terkait, tertarik untuk menyaksikan jalannya festifal tersebut. Budiyono menyatakan bangga dengan kegiatan yang digelar oleh komunitas anak-anak muda Pati tersebut.
”Seharusnya ini adalah gawe-nya pemerintah, dan ini sudah dimulai oleh anak-anak muda kita. Ke depannya kami juga berkeinginan untuk mengembangkan kegiatan ini agar juga bisa menjadi daya tarik wisata lokal,” terangnya (murianews.com)

Sistem DistribusiElpiji 3kg Di Pati

Written By berita pati on Tuesday, June 24, 2014 | 12:40 AM

patiNEWS.Pemerintah berencana mengubah sistem distribusi elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Pati. Jika selama ini, distribusi dilakukan secara terbuka, maka tahun depan akan diubah
menggunakan sistem tertutup.
Hal ini untuk mencegah adanya penyelewengan terhadap barang bersubsidi tersebut. Sehingga kelangkaan elpiji dapat ditekan. Model distribusi tertutup itu, akan mengadopsi distribusi pupuk bersubsidi, yang hanya dilakukan melalui agen resmi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati Riyoso mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai rencana itu. Yakni dengan Bagian Perekonomian Setda Pati, perwakilan agen elpiji dan PT Pertamina.
”Elpiji melon merupakan barang bersubsidi, sehingga kami harus mengontrol dan memantau pendistribusiannya, yang saat ini masih terbuka. Untuk tahun 2015 akan diupayakan menjadi distribusi tertutup,” katanya, kemarin.
Dengan sistem itu, pihak yang ingin bermain curang bisa dicegah. Sehingga ketersediaan stok tetap aman, karena tindakan antisipasi kelangkaan sudah disiapkan. Meski demikian menurut dia, teknis mengenai distribusi tertutup itu saat ini tengah dikaji.
Pihaknya juga tengah menunggu kepastian izin sistem itu dari Pertamina. Sebab menurutnya, jika sistem pendistribusian elpiji tetap terbuka dan tidak ada perubahan, maka berpotensi akan menjadi celah bagi oknum untuk mencari keuntungan pribadi.
”Sama halnya seperti pupuk bersubsidi, jika pelaksanaan pendistribusiannya dilakukan secara tertutup dan diawasi dengan ketat, maka kecurangan bisa diminimalisasi. Untuk itu, kami juga terus melakukan pengkajian terkait teknisnya dan berkonsultasi dengan Kementerian ESDM, Disperindag Provinsi Jateng, dan Pertamina,” terangnya.
Ia menerangkan, pada tahun 2014 Pemkab Pati mengajukan alokasi elpiji 3 kg sekitar 11 juta tabung. Namun realisasi yang diberikan pemerintah pusat dan Pertamina hanya sebanyak 8,7 juta tabung. Itu pun yang 700 juta tabung merupakan realisasi tambahan,sumber

Pengumuman Kelulusan UN SMP/MTS Kab Pati

Written By berita pati on Saturday, June 14, 2014 | 8:11 AM










patiNEWS, Sekitar kota pati, Pelaksanaan UN tahun ini kab pati untuk tingkat SMP/MTS hasil yang di raih sangat memuaskan (12/6),dari 18.226 siswa hanya satu siswa yang di nyatakan tidak lulus, satu siswa yg di yatakan belum beruntung adalah berasal dari salah satu MTS di kab pati.
seperti di ungkapkan saryono ketua
Penyelenggara UN Dinas Pendidikan Kab Pati untuk tingkat kelulusan UN mendekati 100%,dengan nilai rata rata 9,74 di kutip dari (murianews)
untuk pengumuman serentak akan di umumkan hari ini (14/06),
bravo untuk semua siswa yang lulus UN selamat untuk bapak ibu guru dan pengaja,(&pt)

Promosi Jabatan Di wilayah Pemda Pati

Written By berita pati on Friday, June 13, 2014 | 3:39 PM

PatiNEWS, pati kota, Kamis (12/6) di pendopo kab pati berlangsung promosi dan mutasi jabatan, Pejabat yang mendapat mutasi dan promosi itu, terdiri dari 4 orang pejabat eselon II, 41 orang Pejabat Eselon III dan 63 orang Pejabat Eselon IV.

Meski pelantikan ini adalah sebuah kebutuhan organisasi, lanjut Haryanto, namun pihaknya tetap mengedepankan dan mempertimbangkan kemampuan, kompetensi dan kinerja mereka selama ini. Bupati Pati juga mengingatkan para pejabat yang dilantik, untuk meningkatkan loyalitas dan kualitas pelayanannya pada masyarakat. 
”Mencari orang pintar itu mudah tapi organisasi juga butuh pejabat yang loyal. Karena itulah dalam organisasi diperlukan rotasi, mutasi maupun promosi sebagai sarana penyegaran dan hal ini merupakan hal yang wajar dan memang perlu dilakukan”, tegas Bupati haryanto dikutip dari (pasfmpati),sumber



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PatiNEWS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger